Alamat
Jumat, 26 April 2013
Logo Pon-Pes Nurul Ulum Kauman Kotagajah Lampung Tengah, Logo IAIN Raden Intan Bandar Lampung, Logo STAIN Jurai Siwo Metro, Logo MTs Ma'arif Fatahillah Sindang Anom, Logo MI Al-Fatah Sindang Anom, Logo Pon-Pes Mathla'ul Falah Sindang Anom Pugung Raharjo Sekampung Udik Lampung Timur
Mars MTs Ma'arif Fatahillah Sindang Anom, Mars IPNU IPPNU. Pugung Raharjo, Sindang Anom Sekampung Udik Lampung Timur
Wahai Siswa-siswi MTs Fatahillah
Janganlah kau putus sekolah
Meraih cita-ciiita islam yang berguna
Menjadi... generasi.... beriman dan bertaqwa
Jadikanlah Mts Fatahillah
Sebagai tempat belajar
Dengan rajin dan ikhlas beramal... tagakkan kebenaran....
MTs Ma’arif Fatahillah Sindang Anom
Padamu ku selalu mengabdi. 2x
Kujunjung tinggi selalu namamu....
MARS IPNU
Wahai Pelajar Indonesia
Siapkanlah barisanmu
Bertekad bulat bersatu
Dibawah kibaran panji IPNU
Wahai Pelajar Islam yang setia
Kembangkanlah agamamu
Dalam negara indonesia
Tanah air yang kucinta
Dengan berpedoman kita belajar
Berjuang serta bertaqwa
Kita bina watak nusa dan bangsa
Tuk kejayaan masa depan
Bersatu wahai putra islam jaya
Kembangkanlah kwajiban yang mulia
Ayo maju... pantang mundur
Dengan rahmat tuhan kita perjuangkan
Ayo maju... pantang mundur
Pasti tercapai adil makmur
Wahai Pelajar Indonesia
Siapkanlah barisanmu
Bertekad bulat bersatu
Dibawah kibaran panji IPNU
Wahai Pelajar Islam yang setia
Kembangkanlah agamamu
Dalam negara indonesia
Tanah air yang kucinta
Dengan berpedoman kita belajar
Berjuang serta bertaqwa
Kita bina watak nusa dan bangsa
Tuk kejayaan masa depan
Bersatu wahai putra islam jaya
Kembangkanlah kwajiban yang mulia
Ayo maju... pantang mundur
Dengan rahmat tuhan kita perjuangkan
Ayo maju... pantang mundur
Pasti tercapai adil makmur
''MARS IPPNU''
Sirnalah gelap
terbitlah terang
Mentari timur sudah bercahaya
Ayunkanlah langkah pukul genderang
Segala rintangan mundur semua
Tiada laut sedalam iman
Tiada gunung setinggi cita
Sujud kepala kepada tuhan
Tegak kepala lawan derita
Dimalam yang sepi dipagi yang cerah
Hatiku teguh bagimu ikatan
Dimalam yang hening dihati membakar
Hati penuh bagimu pertiwi
Mekar seribu bunga ditaman
Mekar cintaku pada ikatan
Ilmu kucari amal kuberi
Untuk Agama Bangsa Negeri
Mentari timur sudah bercahaya
Ayunkanlah langkah pukul genderang
Segala rintangan mundur semua
Tiada laut sedalam iman
Tiada gunung setinggi cita
Sujud kepala kepada tuhan
Tegak kepala lawan derita
Dimalam yang sepi dipagi yang cerah
Hatiku teguh bagimu ikatan
Dimalam yang hening dihati membakar
Hati penuh bagimu pertiwi
Mekar seribu bunga ditaman
Mekar cintaku pada ikatan
Ilmu kucari amal kuberi
Untuk Agama Bangsa Negeri
Hukum Menggerakkan Tangan Ketika Berkhutbah. Pugung Raharjo, Sindang Anom, Sekampung Udik Lampung Timur
Apakah Seorang Khatib Boleh Menggerakkan
Tangannya Ketika Berkhutbah?
Tanya:
Apakah khatib boleh
menggerak-gerakkan tangannya dalam khutbah atau hanya diam? (Abu Haitsam,
Natar)
Jawab:
Ketika sedang khutbah
seorang khatib hendaknya tidak menggerak-gerakkan tangannya, baik dengan
mengangkatnya, menunjuk kearah tertentu atau mengisyaratkan kepada sesuatu.
(Lihat Syarh Mumti’, Syeikh Utsaimin 5/85 dan Sholatul Mukmin, Syaikh Saad Al
Qahthani 2/823)
Seorang khatib hanya
boleh mengisyaratkan dengan jari telunjuknya dalam khutbah, itupun ketika ia
berdoa, bukan saat ditengah-tengah khutbahnya , sebagaimana dijelaskan dalam
riwayat berikut:
عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ
عُمَارَةَ بْنِ رُؤَيْبَةَ قَالَ رَأَى بِشْرَ بْنَ مَرْوَانَ عَلَى الْمِنْبَرِ
رَافِعًا يَدَيْهِ فَقَالَ قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ
بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ
“Dari Hushain dari
‘Umarah bin Ru’aibah (beliau adalah salah seorang sahabat Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam , pent) ia berkata bahwa ia melihat Bisyr bin
Marwan di atas mimbar mengangkat kedua tangannya. Lalu ia (‘Umarah) berkata:
“Semoga Allah memburukkan kedua tangan ini, sungguh aku telah melihat
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (saat berdoa dalam khutybahnya) tidak
lebih dari mengisyaratkan dengan jari telunjuk beliau Shallallahu ‘alaihi
wa sallam.” (HR. Muslim No
874)
Tangan seorang khatib
ketika sedang khutbah hendaknya diam dan pandangannya melihat ke arah depan,
tidak menghadapkan tubuh dan wajahnya ke kiri dan ke kanan. Demikianlah
tuntunan yang benar yang dipraktekkan Rasulullah r dalam khutbah jum’at.
Imam ‘Atho dan
Asy-Sya’bi berkata:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ r إِذَا صَعِدَ الْمِنْبَرَ أَقْبَلَ بِوَجْهِهِ عَلَى النَّاسِ ثُمَّ قَالَ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
“Adalah Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika beliau telah naik keatas mimbar beliau
menghadapkan wajahnya kehadapan orang-orang kemudian mengucapkan
“Assalamualaikum.” (HR. Ibnu
Abi Syaibah 2/114)
(Lihat Hadyu Nabi r
fi Khutbatil Jum’ah, Syeikh Anis Thahir Al Indunisi, edisi Indonesia: Petunjuk
Nabi Dalam Khutbah Jum’at hal : 23)
Bahkan Imam Ibnu
Hajar mengkategorikan menoleh kekanan dan kekiri dalam berkhutbah merupakan
perbuatan bid’ah.(lihat Al Mughni 3/179 dan Asy-Syarhul Kabir 5/240).
Wallahu A’lam Bish
Showab.
Langganan:
Postingan (Atom)





