Alamat

Nama: Ridwan Sururi, S.Pd.I. Alamat: Jl. Pesantren Mathla'ul Falah no 412. Sindang Anom Kec. Sekampung Udik Kab. Lampung Timur. email. abu.hanan17@gmail.com. Facebook. Ridwan Sururi. HP. 085233552224

Jumat, 26 April 2013

Logo Pon-Pes Nurul Ulum Kauman Kotagajah Lampung Tengah, Logo IAIN Raden Intan Bandar Lampung, Logo STAIN Jurai Siwo Metro, Logo MTs Ma'arif Fatahillah Sindang Anom, Logo MI Al-Fatah Sindang Anom, Logo Pon-Pes Mathla'ul Falah Sindang Anom Pugung Raharjo Sekampung Udik Lampung Timur








Mars MTs Ma'arif Fatahillah Sindang Anom, Mars IPNU IPPNU. Pugung Raharjo, Sindang Anom Sekampung Udik Lampung Timur


“MARS MTs MA’ARIF FATAHILLAH SINDANG ANOM”

Wahai Siswa-siswi MTs Fatahillah
Janganlah kau putus sekolah
Meraih cita-ciiita islam yang berguna
Menjadi... generasi.... beriman dan bertaqwa

Jadikanlah Mts Fatahillah
Sebagai tempat belajar
Dengan rajin dan ikhlas beramal... tagakkan kebenaran....

MTs Ma’arif Fatahillah Sindang Anom
Padamu ku selalu mengabdi. 2x

Kujunjung tinggi selalu namamu....


MARS IPNU

Wahai Pelajar Indonesia
Siapkanlah barisanmu
Bertekad bulat bersatu
Dibawah kibaran panji IPNU

Wahai Pelajar Islam yang setia
Kembangkanlah agamamu
Dalam negara indonesia
Tanah air yang kucinta

Dengan berpedoman kita belajar
Berjuang serta bertaqwa
Kita bina watak nusa dan bangsa
Tuk kejayaan masa depan

Bersatu wahai putra islam jaya
Kembangkanlah kwajiban yang mulia

Ayo maju... pantang mundur
Dengan rahmat tuhan kita perjuangkan
Ayo maju... pantang mundur
Pasti tercapai adil makmur

''MARS IPPNU''

Sirnalah gelap terbitlah terang
Mentari timur sudah bercahaya

Ayunkanlah langkah pukul genderang
Segala rintangan mundur semua

Tiada laut sedalam iman
Tiada gunung setinggi cita

Sujud kepala kepada tuhan
Tegak kepala lawan derita

Dimalam yang sepi dipagi yang cerah
Hatiku teguh bagimu ikatan

Dimalam yang hening dihati membakar
Hati penuh bagimu pertiwi

Mekar seribu bunga ditaman
Mekar cintaku pada ikatan

Ilmu kucari amal kuberi
Untuk Agama Bangsa Negeri

Hukum Menggerakkan Tangan Ketika Berkhutbah. Pugung Raharjo, Sindang Anom, Sekampung Udik Lampung Timur


Apakah Seorang Khatib Boleh Menggerakkan Tangannya Ketika Berkhutbah?
Tanya:
Apakah khatib boleh menggerak-gerakkan tangannya dalam khutbah atau hanya diam? (Abu Haitsam, Natar)
Jawab:
Ketika sedang khutbah seorang khatib hendaknya tidak menggerak-gerakkan tangannya, baik dengan mengangkatnya, menunjuk kearah tertentu atau mengisyaratkan kepada sesuatu. (Lihat Syarh Mumti’, Syeikh Utsaimin 5/85 dan Sholatul Mukmin, Syaikh Saad Al Qahthani 2/823)
Seorang khatib hanya boleh mengisyaratkan dengan jari telunjuknya dalam khutbah, itupun ketika ia berdoa, bukan saat ditengah-tengah khutbahnya , sebagaimana dijelaskan dalam riwayat berikut:
عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ رُؤَيْبَةَ قَالَ رَأَى بِشْرَ بْنَ مَرْوَانَ عَلَى الْمِنْبَرِ رَافِعًا يَدَيْهِ فَقَالَ قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ
“Dari Hushain dari ‘Umarah bin Ru’aibah (beliau adalah salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , pent) ia berkata bahwa ia melihat Bisyr bin Marwan di atas mimbar mengangkat kedua tangannya. Lalu ia (‘Umarah) berkata: “Semoga Allah memburukkan kedua tangan ini, sungguh aku telah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (saat berdoa dalam khutybahnya) tidak lebih  dari mengisyaratkan dengan jari telunjuk beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim No 874)
Tangan seorang khatib ketika sedang khutbah hendaknya diam dan pandangannya melihat ke arah depan, tidak menghadapkan tubuh dan wajahnya ke kiri dan ke kanan. Demikianlah tuntunan yang benar yang dipraktekkan Rasulullah r dalam khutbah jum’at.
Imam ‘Atho dan Asy-Sya’bi berkata:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ r إِذَا صَعِدَ الْمِنْبَرَ أَقْبَلَ بِوَجْهِهِ عَلَى النَّاسِ ثُمَّ قَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika beliau telah naik keatas mimbar beliau menghadapkan wajahnya kehadapan orang-orang kemudian mengucapkan “Assalamualaikum.” (HR. Ibnu Abi Syaibah 2/114)
(Lihat Hadyu Nabi r fi Khutbatil Jum’ah, Syeikh Anis Thahir Al Indunisi, edisi Indonesia: Petunjuk Nabi Dalam Khutbah Jum’at hal : 23)
Bahkan Imam Ibnu Hajar mengkategorikan menoleh kekanan dan kekiri dalam berkhutbah merupakan perbuatan bid’ah.(lihat Al Mughni 3/179 dan Asy-Syarhul Kabir 5/240).
Wallahu A’lam Bish Showab.