Alamat

Nama: Ridwan Sururi, S.Pd.I. Alamat: Jl. Pesantren Mathla'ul Falah no 412. Sindang Anom Kec. Sekampung Udik Kab. Lampung Timur. email. abu.hanan17@gmail.com. Facebook. Ridwan Sururi. HP. 085233552224

Jumat, 17 Mei 2013

MAKALAH STRATEGI DAN APLIKASI TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN. PASCA IAIN RADEN INTAN BANDAR LAMPUNG. RIDWAN SURURI. SINDANG ANOM SEKAMPUNG UDIK LAMPUNG TIMUR. DAYAMURNI. PUGUNG RAHARJO


MAKALAH
STRATEGI DAN APLIKASI TEKNOLOGI
DALAM PEMBELAJARAN

Oleh:
Nama/NPM                        : Riduan Sururi / 1222010030
Semester                 : 2 (dua)
Program                  : Ilmu Tarbiyah
Konsentrasi             : Pendidikan Agama Islam
Mata Kuliah            : Teknologi Dan Media Pembelajaran

Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok
Mata Kuliah Teknologi Dan Media Pembelajaran

Dosen Pengampu
1.      Dr. DEDEN MAKBULLAH, M.Ag
2.      Dr. M. IQBAL, M.Pd






IAIN RADEN INTAN BANDAR LAMPUNG
PROGRAM PASCA SARJANA (PPs)
KELOMPOK YASRI BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2013

KATA PENGANTAR

            Hamdan lillah puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik, inayah dan ridlo Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan  pembuatan makalah yang berjudul “Strategi dan Aplikasi Teknologi dalam Pembelajaran”
            Pembuatan makalah ini sebagai  tugas individu  penulis dalam mengikuti perkuliahan  Mata Kuliah Teknologi dan Media Pembelajaran Asuhan Bapak Dr. Deden Makbullah, M.Ag dan Dr. M. Iqbal, M.Pd  pada Pasca Sarjana IAIN Raden Intan Bandar Lampung konsentrasi Pendidikan Agama Islam.
            Penulis menyadari, pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat saya harapkan demi sempurnanya pembuatan-pembuatan makalah berikutnya. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi pembaca umumnya, dan bagi penulis khususnya.

Bandar Lampung,    April  2013
                                                                                           Penulis
                                                                                     







DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL......................................................................................         i
KATA PENGANTAR ..................................................................................        ii
DAFTAR ISI...................................................................................................       iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang......................................................................................        1
B. Rumusan masalah..................................................................................        2
C. Tujuan...................................................................................................        2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Strategi Belajar Mengajar...................................................        3
B. Kedudukan SBM dalam Sistem Pengajaran.........................................        5
C. Pengertian Aplikasi Teknologi Pendidikan...........................................        6
D. Aplikasi TP Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan..............................        9
E. EdukasiNet Pembelajaran Berbasis internet..........................................      13
F. Teknologi Pendidikan di ruang Kelas...................................................      15

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...........................................................................................      16
B. Saran.....................................................................................................      16

DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Lingkungan belajar merupakan suatu sistem yang terdiri dari unsur tujuan, bahan pelajaran, strategi, alat, siswa dan guru. Semua unsur atau komponen tersebut saling berkaitan, saling mempengaruhi dan semuanya berfungsi dengan berorientasi pada tujuan. Seperti telah kita ketahui bahwa tugas utama guru ialah mengajar yang berarti membelajarkan siswa untuk mencapai tujuan tertentu atau kompetensi. Tujuan atau kompetensi itu telah dirumuskan dalam kurikulum yang berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan proses pembelajaran.
Teknologi pendidikan adalah profesi yang menerapkan ilmu pengetahuan terkait dengan pembelajaran/instruksional dan seni mengajar yang diperoleh melalui penelitian dan pengalaman untuk mengembangkan dan mengelola secara ekonomis dan elegan, sistem dan materi instruksional yang mendukung dan menjadi bagian dari lingkungan belajar yang manusiawi dan efektif sehingga menjadi mudah di akses oleh banyak orang demi kemajuan dan kesejahteraan umat manusia. Atau dapat juga dapat disingkat Teknologi pembelajaran itu adalah suatu profesi yang menciptakan proses belajar yang mudah diperoleh dan dimanfaatkan oleh orang banyak. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia di mana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain manfaat bagi kehidupan manusia di satu sisi perubahan tersebut juga membawa manusia ke era persaingan global yang semakin ketat. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia. Oleh karena itu, peningkatan sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dihadapi dalam menjalani era globalisasi tersebut.
Persoalan berikut ini adalah bagaimana melaksanakannya di dalam proses belajar mengajar atau proses pembelajaran agar tujuan atau kompetensi yang diharapkan tercapai. Dalam proses pembelajaran yang menjadi persoalan pokok ialah bagaimana memilih dan menentukan strategi pembelajaran atau strategi belajar mengajar (SBM). Strategi belajar mengajar menentukan jenis interaksi di dalam proses pembelajaran. Strategi pembelajaran yang di gunakan harus menimbulkan aktivitas belajar yang baik, aktif, kreatif, efektif dan efisien, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.
Sesuai dengan pemaparan di atas di temukan beberapa rumusan masalah yaitu:
1.        Apa pengertian  strategi belajar mengajar?
2.        Mengapa strategi penting dalam proses pembelajaran?
3.        Bagaimana Aplikasi teknologi Pendidikan Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia?
C.    Tujuan
1.        Untuk mengetahui pengertian  strategi belajar mengajar.
2.        Untuk mengetahui mengapa strategi penting dalam proses pembelajaran
3.        Untuk mengetahui bagaimana Aplikasi teknologi Pendidikan Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN
       Jika kita simak istilah strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategos yang artinya suatu usaha untuk mencapai kemenangan dalam suatu peperangan awalnya digunakan dalam lingkungan militer namun isilah strategi digunakan dalam berbagai bidang yang memiliki esensi yang relatif sama termasuk diadopsi dalam konteks pembelajaran yang dikenal dengan istilah strategi pembelajaran Agar Anda memperoleh pemahaman yang mendalam tentang makna dan hakikat strategi pembelajaran cermatilah pengertian strategi pembelajaran ( SBM ) sebagai berikut:
Adapun beberapa pengertian strategi belajar mengajar menurut para ahli adalah sebagai berikut :
1.      Hamzah B. Uno. Strategi pembelajaran adalah merupakan hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses pembelajaran.
2.      Dick dan Carey. Strategi pembelajaran adalah komponen-komponen dari suatu set materi termasuk aktivitas sebelum pembelajaran, dan partisipasi peserta didik yang merupakan prosedur pembelajaran yang digunakan kegiatan selanjutnya.
3.      Suparman. Strategi pembelajaran adalah merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran peserta didik, peralatan dan bahan,dan waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
4.      Gerlach dan Ely. Strategi pembelajaran adalah merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan metode pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu.
Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Atau bisa dikatakan strategi belajar mengajar merupakan suatu serangkaian rencana kegiatan yang termasuk dalamnya penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam suatu pembelajaran. Hasan Langgulung seperti yang dikutip oleh Ramayulis. Beliau menyatakan bahwa pengajaran itu berarti pemindahan pengetahuan dari seseorang yang mempunyai pengetahuan kepada orang lain yang belum mengetahui.[1]
Ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar meliputi hal-hal berikut :
1.      Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.
2.      Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
3.      Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajar.
4.      Norma-norma Menetapkan dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan yang bersangkutan secara keseluruhan.

          Telah kita ketahui bahwa pembelajaran adalah merupakan sebuah kegiatan yang wajib kita lakukan dan kita berikan kepada peserta didik. Karena merupakan kunci sukses untuk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Yang pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, negara, dan agama. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan strategi yang efektif dan efisien adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenangkan dan tidak membosankan  Setiap strategi pembelajaran (SBM) memiliki ranah pembelajaran tersebut ada 3, yaitu: Ranah kognitif atau ranah perubahan pengetahuan; Ranah afektif atau rana perubahan sikap - perilaku ; dan Ranah psikomotorik atau ranah perubahan/peningkatan keterampilan. Oleh karena itu SBM merupakan komponen terpenting dalam sistem pembelajaran yaitu suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru dalam mengajar untuk memberi pemahaman peserta didik agar tujuan pembelajaran itu bisa tercapai.
Istilah strategi yang pada awalnya digunakan dalam lingkungan militer, tapi sekarang ini dipakai dalam berbagai bidang dengan esensi makna yang relatif sama. Strategi, berasal dari kata strategos atau strategus (Yunani) yang mengandung makna jenderal atau dalam hal ini perwira negara (state officer) yang bertanggung jawab merencanakan suatu strategi dan mengarahkan pasukannya untuk mencapai kemenangan. Saat ini strategi juga telah di terapkan di berbagai pertandingan olah raga, baik sepak bola, bulu tangkis, maupun catur, memerlukan strategi untuk mengalahkan lawan. Tak ketinggalan pula dunia politik dan bisnis juga dipenuhi oleh strategi. bahkan strategi juga dibutuhkan dalam bidang pendidikan khususnya pada saat proses belajar mengajar. Keberhasilan peserta didik dalam suatu kegiatan belajar mengajar ditentukan banyak faktor, salah satunya peran guru. Di sekolah guru mengambil peranan penting dalam menentukan strategi yang sesuai dengan psikis dan intelektual peserta didik. Guru bisa di benci peserta didik karena model pembelajarannya membosankan dan karakternya galak. Sebaliknya, seorang guru akan menjadi sosok yang diidolakan para peserta didik jika berhasil menerapkan strategi yang bisa memotivasi siswa dengan baik. Masih banyak dijumpai guru yang kurang tepat dalam menafsirkan inti dari mengajar. Mengajar bukan hanya menyuruh anak menghafal, mengajar bukan hanya menyampaikan pengetahuan dari guru kepada siswa, mengajar bukan hanya menggunakan satu metode mengajar tertentu. Mengajar adalah suatu kegiatan yang sangat kompleks yang di dalamnya menekankan bagaimana mengaktifkan siswa dalam hal belajar dengan menggunakan berbagai cara dan strategi sehingga membentuk pribadi yang berbudi luhur. Memang tidak mudah melahirkan kelulusan yang bagus dari sisi kecerdasan dan budi pekerti untuk zaman sekarang. Dunia pendidikan menemui berbagai kesulitan untuk menghasilkan peserta didik yang sukses. Ini karena sistem yang membingkai pembelajaran juga sering kali merumitkan para guru untuk memilih strategi yang jitu untuk diterapkan di kelas. 
Pembelajaran yang berpusat pada siswa merupakan kunci utama dalam mengajar. Banyak sekali strategi pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa, sebut saja pendekatan PAIKEM, CBSA, PKP, dll merupakan salah satu dari banyak strategi yang dapat dipilih oleh guru untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Guru yang baik mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan bahan pelajaran, selanjutnya dengan metode pembelajaran itu mampu menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan siswa yang dapat meningkatkan kualitas keterlibatan siswa dalam belajar. Dengan menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata siswa, maka siswa akan mampu mengkontruksi (membangun) sendiri pemahamannya sehingga pembelajaran akan lebih bermakna.
C.    Pengertian Aplikasi Teknologi Pendidikan
Istilah teknologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Technologia” yang menurut Webster Dictionary berarti systematematic treatment atau penanganan sesuatu secara sistematis. Sedangkan Techne sebagai dasar kata teknologi berarti art, skil, science yang berarti keahlian, keterampilan, dan ilmu. Jadi teknologi pendidikan dapat diartikan sebagai penanganan atau pelaksanaan pendidikan secara sistematis atau penerapan science untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan.[2] Dalam bahasa Inggris digunakan istilah instructional technology ataueducational technology, yang mendefinisikan sebagai berikut, instructional technology means tehe media born of the communications relatioan which can beused for instructional purpose alongside the teacher, the book, and the blackboard.[3]
Teknologi pendidikan adalah pengembangan, penerapan, dan penilaian sistem-sistem, teknik-teknik dan alat-alat Bantu untuk memperbaiki proses belajar manusia.[4] Sedangkan menurut para ahli yang lain Teknologi pendidikan adalah proses kompleks yang tereintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam aspek belajar manusia.[5]
Teknologi pendidikan menurut Miarso dalam buku menyemai benih teknologi pendidikan sebagai suatu bidang kajian atau disiplin keilmuan yang berdiri sendiri. Ditinjau dari pendekatan pendidikan, teknologi pendidikan adalah suatu proses yang bersistem dalam usaha mendidikkan atau membelajarkan. Dalam proses yang bersistem ini kemungkinan besar digunakan teknologi pendidikan sebagai produk. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan, bahwa aplikasi teknologi sebagai penerapan dari suatu disiplin ilmu yang membahas proses dalam usaha mendidik atau membelajarkan. Dan dalam proses mendidik atau membelajarkan tersebut kemungkinan besar menggunakan teknologi.
Teknologi pembelajaran memiliki lima kawasan yang menjadi bidang garapnya, baik sebagai objek formal maupun objek materinya, yaitu desain, pengembangan, pemanfaatan, pengolahan, evaluasi sumber dan proses belajar. Oleh karenanya aplikasi teknologi pembelajaran juga tidak terlepas dari lima kawasan tersebut. Seels dan Richey (1994) menjelaskan bahwa demi menjaga keutuhan definisi (teknologi pembelajaran) kegiatan-kegiatan dalam setiap kawasan teknologi pembelajaran dapat dikaitkan baik kepada proses maupun sumber pembelajaran.[6]
Pengertian Mutu Pendidikan Menurut Umeidi: Dalam rangka umum mutu pendidikan mengandung makna derajat (tingkat) keunggulan suatu produk (hasil kerja / upaya) baik berupa barang maupun jasa. Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikna. Dalam proses pendidikan yang bermutu terlibat berbagai input, seperti : bahan ajar (kognitif, psikomotorik, afektif), metodologi yang bervariatif sesuai dengan kemampuan guru, sarana dan prasarana sekolah, dukungan administrasi, sumber daya dan dukungan lingkungan yang kondusif. Manajemen sekolah, dukungan berfungsi menyinkronkan berbagai input tersebut atau menyinergiskan semua komponen dalam interaksi (proses) belajar mengajar baik antara guru, siswa dan saran pendukung di kelas maupun di luar kelas, baik dalam konteks intrakurikuler maupun dalam konteks ekstrakurikuler, baik dalam substansi akademis maupun non-akademis dalam suasana yang mendukung proses pembelajaran.
Mutu dalam konteks “hasil belajar” mengacu pada prestasi yang dicapai oleh sekolah pada setiap kurun waktu tertentu (apakah tiap waktu akhir semester, akhir tahun, 5 tahun bahkan 10 tahun). Prestasi yang dicapai atau hasil pendidikan (studens achievement) dapat berupa hasil tes kemampuan akademis (misalnya ulangan umum, Ebta, Ebtanas). Dapat pula prestasi di suatu cabang olah raga, seni atau keterampilan tambahan tertentu misalnya: komputer, beragam jenis teknik, jasa. Bahkan seperti suasana disiplin, keakraban, saling menghormati, kebersihan, dsb.
Dari uraian di atas di dapat simpulan bahwa mutu pendidikan adalah tingkat keunggulan hasil kerja dalam pendidikan baik yang berupa proses pendidikan maupun dalam hasil pendidikan.
D.    Aplikasi Teknologi Pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan
Dari pengertian aplikasi teknologi pendidikan dan pengertian peningkatan mutu pendidikan di atas, dapat kita katakana bahwa aplikasi teknologi pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan adalah penerapan teknologi pendidikan sebagai suatu disiplin ilmu yang membahas proses mendidik atau membelajarkan tersebut kemungkinan besar menggunakan teknologi sebagai upaya peningkatan keunggulan hasil kerja dalam bidang pendidikan baik yang berupa proses pendidikan maupun berupa hasil pendidikan. Teknologi telah merupakan bagian integral dalam setiap masyarakat. Teknologi dapat ditemukan di mana saja dan tujuan ditemukannya teknologi juga untuk membantu memecahkan masalah manusia. Makin maju suatu masyarakat makin banyak teknologi yang dikembangkan dan digunakan. Teknologi itu pada hakikatnya adalah bebas nilai, namun penggunaannya akan sarat dengan aturan nilai dan estetika (Miarso, 2009). Teknologi telah membantu kita dalam segala aspek kehidupan. Dalam kehidupan pribadi misalnya, teknologi telah membantu penglihatan dengan kacamata, mikroskop, teleskop, dan lain-lain. Dalam bidang pembelajaran juga diperlukan teknologi untuk menjangkau warga belajar di mana pun mereka berada, melayani sejumlah besar dari mereka yang belum memperoleh kesempatan belajar, memenuhi kebutuhan belajar untuk dapat mengikuti perkembangan dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam belajar. Dalam rangka meningkatkan produktivitas pendidikan, sekolah-sekolah harus merespons perkembangan dunia teknologi yang semakin canggih yang menyediakan segudang ilmu pengetahuan yang baru dan lama. Pembelajaran di sekolah perlu menggunakan serangkaian peralatan elektronik yang mampu bekerja lebih efektif dan efisien. Walaupun demikian, peran guru masih tetap dibutuhkan di kelas, guru berperan sebagai motivator, desainer, pembimbing dan sebagainya. Teknologi pendidikan merupakan suatu disiplin terapan, artinya ia berkembang karena adanya kebutuhan di lapangan, yaitu kebutuhan untuk belajar, belajar lebih efektif, lebih efisien, lebih luas, dan sebagainya. Perkembangan Teknologi komunikasi dan informasi yang sangat pesat telah menawarkan sejumlah kemungkinan yang semula tidak terbayangkan, telah membalik cara berpikir kita dengan bagaimana memanfaatkan teknologi untuk mengatasi masalah belajar. Perlu diperhatikan dalam perkembangan pesat teknologi pembelajaran ini,salah satunya adalah praktek teknologi pembelajaran harus tetap memperhatikankawasan dan memegang konsep utama yang membatasinya serta memanfaatkan dukungan dari pelbagai ilmu lain yang relevan. Miarso (2004) menambahkan bahwa teknologi, termasuk teknologi pendidikan harus memiliki ciri: 1) proses untuk meningkatkan nilai tambah menghasilkan dan memanfaatkan produk yang bervariasi dan semakin canggih; dan 3) interaksi proses dan produk tersebut sebagai suatu sistem dengan lingkungannya sebagai suatu sistem yang lebih luas.[7]
Teknologi pendidikan sering kali diasumsikan dalam persepsi yang mengarah pada masalah elektronika padahal konsep teknologi mengandung pengertian yang luas, untuk itu dalam tulisan ini akan dibahas mengenai aplikasi teknologi pendidikan dalam meningkatkan produktivitas pendidikan. Menurut Miarso adalah beberapa pedoman umum dalam aplikasi teknologi pendidikan dan implemasinya:
  1. Memadukan berbagai macam pendekatan dari bidang psikologi, komunikasi, manajemen, rekayasa dan lain-lain.
  2. Memecahkan masalah belajar pada manusia secara menyeluruh dan serempak, dengan memperhatikan dan mengkaji semua kondisi dan saling kaitan di antaranya.
  3. Digunakan teknologi sebagai proses dan produk untuk membantu memecahkan masalah belajar.
  4. Tumbuhnya daya lipat atau efek sinergi, di mana penggabungan pendekatan dan unsur mempunyai nilai-nilai lebih dari sekedar penjumlahan. Demikian pula pemecahan secara menyeluruh dan serempak akan mempunyai nilai lebih daripada memecahkan masalah secara terpisah.
E-learning untuk pendidikan khususnya pendidikan jarak jauh dan aplikasinya di Indonesia. Di era global seperti ini informasi merupakan “komoditi” sebagaimana barang ekonomi lainnya, peran ini semakin hari semakin nyata dan kian hari kian besar. Karena hal tersebut sekarang telah lahir masyarakat informasi (information age) dan masyarakat ilmu (Knowledge Society). Dunia pendidikan di seluruh dunia juga tidak lepas dari pengaruh adanya informasi karena informasi dan pendidikan juga sangat erat hubungan apalagi dengan pengetahuan. Informasi melalui elektronik yang saat ini sangat populer (sebut saja internet) merupakan salah satu wujud e-learning (pembelajaran elektronik). Jumlah halaman dalam www yang semakin hari semakin melimpah menjadi e-learning merupakan alternative yang pas dalam peningkat kualitas sumber daya manusia khususnya dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Teknologi merupakan alat yang diharapkan dapat mempermudah proses transfer of learning terhadap peserta didik. Dalam perkembangannya menurut Soekartawi (2007, 198) perkembangan teknologi e-learning yang didukung oleh computer dikenal sebagai Computer Base Learning (CBL) atau computer assisted learning (CAL) yang dapat di kelompokkan menjadi 2 jenis yaitu:

1.      Technology-based learning
2.      Technology-based web-learning
Technology-based learning pada prinsipnya terdiri atas Audio Information Technologies (radio, audio tipe, voice mail, telephone) dan Video Information Technologies (misalnya video tipe, video text, videa massaging). Sedangkan technology-base web learning pada dasarnya adalah data informasi technologies (misalnya bulleting board, internet, email, dan telecolaboration).
Teknologi di atas sangat cocok dipergunakan untuk pembelajaran jarak jauh karena jumlah pendudukan Indonesia yang mencapai ratusan juta, dan keadaan geografis Indonesia yang Kepulauan tentu kedua teknologi di atas merupakan alternative yang perlu, di samping untuk pemerataan kesempatan pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. Karakteristik dari e-learning adalah:
1.      Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, di mana guru dan siswa atau sesama guru dan juga sesama siswa dapat saling berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang bersifat protokoler.
2.      Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media komputer network)
3.      Menggunakan bahan ajar mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja pada saat yang bersangkutan memerlukannya
4.      Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, dan hasil kemajuan belajar dan berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat setiap saat dilihat di komputer.
Pemanfaatan e-learning tidak dapat lepas dari internet, pada zaman dahulu pembelajaran masih didominasi oleh peran guru (the era of teacher), kemudian bergeser menjadi guru dan buku (the era teacher and book) dan saat ini telah mengalami pergeseran peran guru, buku dan teknologi (the era of teacher, book and technology). Dalam penggunaan e-learning ada 4 hal yang perlu dipersiapkan yaitu:
1.      Melakukan penyesuaian kurikulum, kurikulum harus berifat holistic di mana pengetahuan, keterampilan dan nilai (values) diintegrasikan dalam kebutuhan di era informasi (competency-based curriculum)
2.      Melakukan variasi cara mengajar untuk mencapai dasar kompetensi yang ingin dicapai dengan bantuan komputer
3.      Melakukan penilaian dengan memanfaatkan teknologi yang ada menggunakan komputer, online assessment system
4.      Menyediakan material pembelajaran seperti buku, komputer, multimedia, studio, dan lain-lain yang memadai.
Jika ke-4 hal di atas dapat dicapai maka proses pembelajaran dapat melibatkan peserta didik (siswa) secara aktif dan mandiri (active learners) dapat diwujudkan. Menurut Elangoan dan Soekartawi dalam Mozaik Teknologi Pendidikan (2007, 201), manfaat dan petunjuk yang diberikan dengan penggunaan internet sebagai media pembelajaran adalah:
  1. Tersedianya fasilitas e-moderating dimana guru dan siswa dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi secara mudah dengan fasilitas internet di mana saja, kapan saja tanpa di batasi oleh jarak, tempat dan waktu.
  2. Guru dan siswa menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya dapat saling menilai berapa jauh bahan ajar dipelajari.
  3. Siswa dapat mereviuw kapan saja dan di mana saja mengingat bahan belajar yang tersimpan di komputer.
  4. Bagi siswa yang memerlukan tambahan informasi dapat melakukan akses di Internet
  5. Baik guru dan siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat dilakukan dengan banyak orang sehingga menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas.
  6. Berubahnya peran siswa dari kebiasaan pasif menjadi aktif.
  7. Relatif lebih efisien, jika mereka tinggal jauh dari tempat perguruan tinggi atau sekolah yang bersangkutan atau bagi mereka yang sibuk bekerja, bertugas di kapal, luar negeri dan lain-lain.
Sedangkan kekurangan atau kelemahan penggunaan e-learning untuk pendidikan khususnya pendidikan jarak jauh adalah sebagai berikut:
  1. Kurangnya interaksi antara guru dan siswa secara langsung bahkan antar siswa itu sendiri sehingga memperlambat pembentukan values dalam proses belajar mengajar
  2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan mendorong aspek bisnis dan komersial
  3. Proses belajar mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan
  4. Berubahnya peran guru yang dari semula menguasai teknik pembelajaran, kini dituntut untuk menguasai teknik pembelajaran melalui ICT
  5. Siswa yang tidak memiliki motivasi tinggi cenderung gagal
  6. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet
  7. Kurangnya mereka yang mengetahui dan menguasai internet
  8. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
Dari hasil survery mulai tahun perkembangan pengguna internet di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 1995 orang Indonesia yang menggunakan internet 10.000 orang tahun 1997 melonjak 10 kali lipat, tahun 2000 sudah mencapai 2 juta orang. Pada tahun 2005 sudah menjadi 18 juta orang dan tahun 2007 diperkirakan sudah mencapai di atas 25 juta orang. Para pengguna internet yang terbesar adalah para pelajar mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah dan perguruan tinggi. Dari hal tersebut terlihat tingginya pengguna internet di kalangan pelajar Indonesia, jika teknologi ini masuk pada dunia pendidikan maka akan memberikan dampak yang luar biasa untuk meningkatkan mutu pendidikan, sehingga di masa yang akan datang akan melahirkan generasi muda yang mempunyai nilai jual dari segi kualitas sumber daya manusia, dan tidak hanya mengandalkan sumber daya alam saja. Penggunaan teknologi E-Learning di sekolah-sekolah dapat meningkatkan mutu pendidikan karena dengan teknologi tersebut, semua mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk memperoleh pembelajaran. Karan E-learning menawarkan kemudahan baik waktu dan kesempatan, tidak mengenal usia, di mana saja. Tentu saja untuk daerah yang mempunyai fasilitas internet.
E.       EdukasiNet Pembelajaran Berbasis Internet
Di atas telah di bahas bagaimana penting dan luasnya penggunaan teknologi pendidikan untuk meningkatkan kualitas, penyebaran akses pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan. Salah satu program yang ditelurkan Depdiknas sebagai wujud nyata adalah pembentukan Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas), Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya dalam bentuk LAN atau WAN maupun hubungan personal komputer terhadap jaringan internet. Hal ini menjadikan halaman internet merupakan bagian yang sangat strategis dalam media pembelajaran sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan siswa dan guru dalam menguasai teknologi pendidikan khususkan teknologi komputer dan internet.
Pembelajaran berbasis internet yang dikeluarkan oleh Depdiknasi di beri nama EdukasiNet, yang beralamat pada e-dukasi.net. Ke depan situs ini dapat terus dikembangkan dan dilengkapi dengan seluruh mata pelajaran dan seluruh jalur pendidikan, bimbingan belajar, bimbingan dan penyuluhan/konsultasi, tutorial, remedial, e-mail, forum diskusi, mailing list, ujian kemampuan, bank soal, pengetahuan populer dan lain-lain. Di samping itu e-dukasi.net diharapkan mampu memberikan informasi praktis tentang pengetahuan baik terhadap siswa maupun pada guru dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Fitur-fitur yang ditawarkan dalam e-dukasi.net bersifat nasional dapat di akses dan download dengan mudah (friendly), siapa saja boleh menggunakan asal tidak mengabaikan hak cipta dan hak kekayaan intelektual. Edukasi.net di mulai tahun 2002 dan pada tanggal 11 Agustus 2003 bersamaan dengan perancangan bulan telematika dan menkominfo di louncing E-dukasi,net sebagai situs resmi pendidikan Indonesia.
Manfaat yang diberikan dari situs edukasi.net adalah sebagai berikut:
1.         Siswa dan guru dapat memperoleh sumber belajar yang sesuai dengan kurikulum
2.         Guru dan siswa atau siswa dengan siswa lain dapat melakukan diskusi melalui forum diskusi
3.         Guru dan siswa saling dapat bertukar informasi melalui mailing list
4.         Guru dan siswa dapat mendownload materi pelajaran yang diperlukan
5.         Sumber belajar dapat diakses di mana saja dan kapan saja.
Dalam upaya meningkatkan proses pendidikan di tanah air dan menyambut teknologi di abad milenium ini, ilmu mendapat penghargaan yang sangat tinggi. Dalam melakukan transfer ilmu, banyak sarana yang dapat digunakan. Melalui media internet, ilmu dapat disebarluaskan secara tepat, murah dan terjamin serta jarak pun tidak lagi merupakan halangan. Dengan adanya kemajuan internet, tidak sulit bagi para siswa untuk memanfaatkan fasilitas internet yang ada di sekolah, warnet, cafe, hotspot ketika membutuhkan untuk mencari sumber informasi sebagai bahan belajar baik secara mandiri maupun secara kelompok, bahkan untuk bahan penelitian. Sekarang banyak guru-guru yang memberikan tugas kepada murid-muridnya melalui media internet, mengirimkan tugasnya melalui e-mail, dan lain-lain. Itu secara tidak langsung membuat para siswa cakap dalam menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran. Kita tahu bahwa Indonesia memiliki Bapak BJ. Habibie yang mempunyai kejeniusan dalam bidang teknologi. Beliau mampu membuat kereta api, pesawat terbang dan lain sebagainya. Dengan kecakapan berteknologi kita bisa menjadi generasi penerus bangsa dan menjadi Habibie-Habibie masa depan yang siap membawa harum nama Indonesia di kancah Internasional.

F.      Teknologi pendidikan di ruang kelas
Sebenarnya hal ini telah disinggung banyak pada pembahasan sebelumnya, di mana teknologi pendidikan memang tidak pernah lepas dengan pembelajaran dan tidak pernah lepas juga dari ruang-ruang kelas. Dalam pembelajaran modern khususnya dalam quantum teaching dianut pola bawalah mereka ke dunia kita dan bawahlah dunia kita ke dunia mereka. Ini merupakan prinsip yang sangat baik di mana pembelajaran di ruang kelas tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan masyarakat termasuk kehidupan guru dan para pendidik di mana mana mereka tinggal. Penerapan sistem pembelajaran kontekstual atau di kenal dengan CTL (Contekstual Teaching and Learning) merupakan bentuk nyata dari penerapan teknologi pendidikan di ruang-ruang kelas. Dalam pembelajaran modern ditawarkan beberapa hal seperti berikut ini:
1.      Mereka diperkenankan untuk bekerja secara bersama-sama (cooperative)
2.      Meningkatnya minat dan prestasi siswa tersebut dicapai, karena guru menggunakan suatu pendekatan pembelajaran dan pengajaran kontekstual.





BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dari pembahasan yang telah di lakukan di atas diperoleh beberapa kesimpulan:
  1. Peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas salah satu dengan cara peningkatan mutu pendidikan
  2. Peningkatan mutu pendidikan di antaranya dapat dilakukan dengan menerapkan teknologi pendidikan
  3. Dalam peningkatan mutu pendidikan dapat dipandang sebagai sebagai proses pendidikan dan hasil pendidikan
  4. E-learning sangat cocok digunakan untuk pembelajaran pada tempat-tempat seperti Indonesia yang luas dan berpulau-pulau, tempat sekolah jauh, orang yang sibuk bekerja karena sifatnya yang fleksibel dapat di buka kapan saja, di mana saja dan oleh siapa saja.
  5. E-dukasi.net merupakan salah satu tujukan teknologi pendidikan yang dapat digunakan dengan pola-pola pemanfaatan di laboratorium komputer, Pola pemanfaatan di ruang kelas, Pola penugasan, Pola pemanfaat individual
  6. Salah satu penerapan teknologi pendidikan di ruang-ruang kelas adalah adanya model-model pembelajaran pembelajaran yang salah satunya terangkum dalam contekstual Teaching And Learning (CTL)
  7. Peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan dari siswa-siswa di ruang-ruang kelas, jika dalam ruang kelas mutu pendidikan mengalami peningkatan maka secara nasional mutu pendidikan juga akan meningkat.

B.     Saran
           Dari kesimpulan di atas, maka penulis mempunyai saran sebagai berikut:
1.      Bagi pendidik: Inovasi pendidikan yang berbasis TIK merupakan suatu keniscayaan, sehingga memiliki keterampilan dalam penguasaan TIK dalam pembelajaran adalah sebuah kebutuhan yang harus dilakukan.
2.      Bagi institusi: Perkembangan pembelajaran dengan menggunakan elektronika atau e-learning yang demikian pesat mengharuskan setiap institusi mempersiapkan segala sarana dan prasarana dalam memenuhi kebutuhan pembelajaran e-learning tersebut.
3.      Bagi Pemerintah: Masih banyaknya masyarakat yang kurang memahami pembelajaran e-learning, sehingga pemerintah hendaknya melakukan difusi inovasi e-learning. Selain itu, pemerintah hendaknya mengembangkan suatu kurikulum pembelajaran e-learning dan memberikan fasilitas pembelajaran online ke seluruh pelosok negeri sehingga dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.


DAFTAR PUSTAKA


Anitah sri, Strategi Pembelajaran di SD, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2007)

Bahri syaeful dan Zain Aswan, Strategi Belajar mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006)

Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaran;Landasan dan Aplikasinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008)

Dewi Prawiradilaga dan Evelin Siregar, Mozaik Teknologi Pendidikan, (Jakarta:  Kencana, 2008)

Dede Rosyada, Paradigma Pendidikan Demokratis; Sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2004)

Miarso dan Yusufhadi, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2009)

Moekijat, Pengantar  Sistem  Informasi  Manajemen, (Bandung: PT  Remaja  Rosdakarya, 1986)

Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam; Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2001)

Nasution, Teknologi Pendidikan, (Jakarta: PT.Bumi Aksara, 2010)

Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam, ( Jakarta: Kalam Mulia, 1990)
Rusman, Manajemen Kurikulum, (Jakarta: Rajawali Pers, 2009)

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2006)

Seels, Barbara B. and Rita C. Richey, Teknologi Pembelajaran: Definisi dan Kawasannya. Terjemahan, (Jakarta: IPTPI, 1994)

Siagian,P,Sondang, Sistem  Informasi, (Jakarta: Gunung  Agung, 1973)

Suyono dan Hariyanto, Belajar dan Pembelajaran; Teori dan Konsep Dasar, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2011)

Syaiful Bahri Djamarah, Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006)



[1] Ramayulis. Metodologi Pengajaran Agama Islam. (Jakarta: Kalam Mulia, 1990),  h. 72
[2] S. Nasution, Teknologi Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara, 1999), hal. 2
[3] Ibid, h. 1
[4] Oemar Hamalik, Komputerisasi Pendidikan Nasional, (Bandung : Mandar Maju, 1989), hal. 8
[5] Ibrahim, Teknologi Pendidikan (Arti, Kawasan dan Penerapannya di Indonesia), (Malang : FIP-IKIP Malang 1985), hal. 2-3
[6] Seels, Barbara B. & Richey, Rita C. 1994. Teknologi Pembelajaran: Definisi dan Kawasannya. Penerjemah Dewi S. Prawiradilaga dkk. Jakarta: Kerja sama IPTPI LPTK UNJ., hal. 122
[7] Miarso, Yusuf Hadi., .Menyemai Benih Teknologi Pendidikan,  (Jakarta: Kencana, 2004),  h. 198

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AMPUN KESUPEN KRITIK DAN SARANNYA...